Dwi Priyo Ariyanto

Dwi Priyo Ariyanto

Soil Science of UNS Staff

Dwi Priyo Ariyanto RSS Feed
 
 
 
 

Nilai MK ATAPT Kelas Ulangan Ganjil 2011/2012

Berikut nilai akhir MK Analisis Tanah, Air, Pupuk dan Tanaman semester Ganjil 2011/2012

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Kls

: Ulangan

Fakultas

: PERTANIAN

Mt. Kul.

: Analisis Tnh, Air, Ppk & Tan.

Prodi.

: ILMU TANAH

Th. Aj.

: 2011/2012 – GANJIL

 

No.

NIM

Nama

KD 1

KD 2

KD 3

KD 4

Angka

Huruf

1

H02060

62

Maratul Aini

80

80

60

60

3,0

B

Nilai Akhir MK Sistem Inform. SDL AGT C TA 2011/2012

Berikut Nilai Akhir MK Sistem Informasi Sumber Daya Lahan Kelas Agroteknologi C semester Ganjil 2011/2012

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Kls

: AGT C

Fakultas

: PERTANIAN

Mt. Kul.

: Sistem Infor. SDL

Prodi.

: AGROTEKNOLOGI

Th. Aj.

: 2011/2012 – GANJIL

 

No.

NIM

KD 1

KD 2

KD 3

KD 4

Angka

Huruf

1

H07080

71

80

82

85

60

3,0

B

2

H07081

04

75

87

77

90

4,0

A

3

H07081

08

75

75

75

80

3,0

B

4

H07081

23

68

65

70

60

2,0

C

5

H07081

30

82

78

65

70

3,0

B

6

H07081

40

70

83

60

70

3,0

B

7

H07081

46

67

65

61

80

2,0

C

8

H07081

66

80

65

69

60

2,0

C

9

H07081

71

68

75

64

80

3,0

B

10

H07081

72

70

83

47

90

3,0

B

11

H07081

78

70

73

69

80

3,0

B

12

H07081

80

70

63

75

90

3,0

B

 

Nilai MK Sistem Inform. SDL AGT B TA 2011/2012

Berikut Nilai Akhir MK Sistem Informasi Sumber Daya Lahan semester Ganjil 2011/2012

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Kls

: AGT B

Fakultas

: PERTANIAN

Mt. Kul.

: Sistem Infor. SDL

Prodi.

: AGROTEKNOLOGI

Th. Aj.

: 2011/2012 – GANJIL

 

No.

NIM

KD 1

KD 2

KD 3

KD 4

Angka

Huruf

1

H07080

06

86

78

62

70

3,0

B

2

H07080

11

74

70

69

70

3,0

B

3

H07080

67

71

78

53

90

3,0

B

4

H07080

87

85

80

70

90

4,0

A

5

H07080

99

84

83

79

90

4,0

A

6

H07081

15

80

75

71

60

3,0

B

7

H07081

33

80

70

43

60

2,0

C

8

H07081

56

67

70

0

0

1,0

D

9

H07080

33

90

85

77

60

3,0

B

10

H07090

56

75

63

60

60

2,0

C

11

H07090

58

82

63

76

60

3,0

B

12

H07090

73

75

75

71

70

3,0

B

13

H07090

96

72

75

71

60

3,0

B

14

H07091

02

90

65

80

70

3,0

B

15

H07091

09

85

70

72

70

3,0

B

16

H07091

13

92

75

83

60

3,0

B

17

H07091

15

81

68

84

70

3,0

B

18

H07091

24

76

75

74

70

3,0

B

19

H07091

30

95

73

85

70

4,0

A

DPA

 

Nilai Akhir MK Ilmu Tanah AGB C TA 2011/2012

Berikut ini nilai akhir MK Ilmu Tanah Kelas Agribisnis C Semester Ganjil 2011/2012

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Kls

: AGB C

Fakultas

: PERTANIAN

Mt. Kul.

: ILMU TANAH

Prodi.

: AGRIBISNIS

Th. Aj.

: 2011/2012 – GANJIL

 

No.

NIM

KD 1

KD 2

KD 3

KD 4

Angka

Huruf

1

H 08080

89

74

67

50

60

2,0

C

2

H 08080

92

73

95

50

62

3,0

B

3

H 08100

49

69

96

49

76

3,0

B

4

H 08110

53

61

64

63

71

2,0

C

5

H 08110

54

61

53

68

57

2,0

C

6

H 08110

55

62

79

79

56

2,0

C

7

H 08110

56

71

77

57

41

2,0

C

8

H 08110

57

77

68

83

58

3,0

B

9

H 08110

58

70

60

75

80

3,0

B

10

H 08110

59

60

63

63

70

2,0

C

11

H 08110

60

90

93

80

73

4,0

A

12

H 08110

61

62

75

87

52

2,0

C

13

H 08110

62

73

66

76

83

3,0

B

14

H 08110

63

82

85

78

65

3,0

B

15

H 08110

64

66

64

67

67

2,0

C

16

H 08110

65

62

66

72

66

2,0

C

17

H 08110

66

58

72

81

70

3,0

B

18

H 08110

67

71

68

67

78

3,0

B

19

H 08110

68

72

56

63

50

2,0

C

20

H 08110

69

68

62

58

65

2,0

C

21

H 08110

70

69

65

69

62

2,0

C

22

H 08110

71

70

84

74

71

3,0

B

23

H 08110

72

69

76

81

62

3,0

B

24

H 08110

73

58

64

56

71

2,0

C

25

H 08110

74

70

69

64

66

2,0

C

26

H 08110

75

72

75

69

62

3,0

B

27

H 08110

76

62

56

77

72

2,0

C

28

H 08110

77

77

84

75

67

3,0

B

29

H 08110

78

51

68

68

71

2,0

C

Nilai di atas sudah termasuk yang mengikuti remidi

Nilai Akhir MK Ilmu Tanah AGT B TA 2011/2012

Berikut ini nilai akhir MK Ilmu Tanah Kelas Agroteknologi B Semester Ganjil 2011/2012

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Kls

: AGT B

Fakultas

: PERTANIAN

Mt. Kul.

: ILMU TANAH

Prodi.

: AGROTEKNOLOGI

Th. Aj.

: 2011/2012 – GANJIL

 

 

No.

NIM

KD 1

KD 2

KD 3

KD 4

Angka

Huruf

1

H 07081

22

75 75

82

75

3,0 B

2

H 07110

30

72

65

72

59

2,0

C

3

H 07110

31

55

52

75

59

2,0

C

4

H 07110

32

63

75

66

51

2,0

C

5

H 07110

33

79

83

72

69

3,0

B

6

H 07110

34

64

60

64

58

2,0

C

7

H 07110

35

69

70

56

59

2,0

C

8

H 07110

36

78

82

81

88

4,0

A

9

H 07110

37

87

81

47

74

3,0

B

10

H 07110

38

65

74

65

48

2,0

C

11

H 07110

39

65

65

72

48

2,0

C

12

H 07110

40

52

70

67

59

2,0

C

13

H 07110

41

78

63

71

61

2,0

C

14

H 07110

42

69

79

82

69

3,0

B

15

H 07110

43

77

89

67

65

3,0

B

16

H 07110

44

64

68

57

64

2,0

C

17

H 07110

45

37

31

0

0

1,0

D

18

H 07110

46

43

59

43

50

1,0

D

19

H 07110

47

90

75

88

60

3,0

B

20

H 07110

48

72

73

72

72

3,0

B

21

H 07110

49

75

77

76

71

3,0

B

22

H 07110

50

71

72

61

61

2,0

C

23

H 07110

51

67

76

70

54

2,0

C

24

H 07110

52

53

70

46

46

1,0

D

25

H 07110

53

69

79

65

65

2,0

C

26

H 07110

54

62

61

81

42

2,0

C

27

H 07110

55

67

67

79

54

2,0

C

28

H 07110

56

64

72

84

81

3,0

B

29

H 07110

57

78

73

88

62

3,0

B

30

H 07110

58

71

65

51

51

2,0

C

Nilai di atas sudah termasuk yang diremidi

GRAFIK DENGAN 2 SUMBU VERTIKAL YANG BERBEDA

Penyajian data seringkali menjadi hal yang rumit apalagi jika data tersebut terdiri dari 2 satuan/komponen pada obyek yang sama. Untuk menampilkan yang lebih mudah dipahami terkadang kita kesulitan. Salah satu cara yang lebih mudah menampilkan suatu dari dari obyek yang sama tetapi mempunyai nilai/parameter yang berbeda satuan adalah dengan menampilkan dalam bentuk grafik. Grafik tersebut akan lebih mudah dipahami jika ditampilkan dalam grafik yang sama tetapi mempunyai 2 (dua) sumbu yang berbeda, yaitu sumbu vertikal kiri dan sumbu vertikal kanan.

Cara pembuatan grafik tersebut sepert contoh menggunakan program exel 2010 berikut ini:

Sampel

Berat (kg)

Volume (cc)

A

2

134

B

4

174

C

6

137

D

8

178

E

3

246

F

2

257

Grafik di atas merupakan sumber data yang akan diubah dalam bentuk grafik. Pertama kali yang dilakukan adalah menggubahnya dalam bentuk grafik, yaitu memilih “Insert è Grafik”. Jika pada program exel 2010 dilakukan seperti di bawah ini.

Sehingga akan tampil grafik sebagai berikut.

Selanjutnya klik kanan pada bagian garis grafik yang akan dijadikan sumbu vertikal sebelah kanan. Sebagai misal adalah grafik volume (grafik batang berwarna merah). Selanjutnya pilih “Format data series”.

Selanjutnya pilih “Secondary axis”.

Setelah itu tutup jendela tersebut dengan memilih “Close”, sehingga akan terlihat tampilan sebagai berikut:

Untuk lebih memudahkan grafik tersebut dapat diubah menjadi grafik garis keduanya atau salah satunya. Jika untuk mengubah keduanya dapat diubah dengan memilih “Change Chart Type” dan pilih tipe grafik yang diinginkan. Sedangkan jika hanya salah satu saja (dalam satu dijadikan 2 tipe grafik) dilakukan dengan cara klik kanan pada grafik yang akan diubah dan memilih “Change Chart Type” dan pi;ih grafik yang diinginkan.

Setelah dipilih tampilan grafik akan menjadi grafik yang lebih mudah untuk dipahami.

Erupsi MERAPI 2010 (tak) membawa petaka

Kejadian erupsi Gunung Merapi pada bulan Oktober sampai November telah membawa cerita duka, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di lereng Merapi. Letusan yang ceritanya paling parah dalam 140 tahun terakhir mengakibatkan korban jiwa yang tidak sedikit. lebih dari 100 orang meninggal, termasuk juru kunci (Mbah Maridjan) yang bertahan demi melaksanakan tugasnya. Yang lebih parah adalah kejadian letusan berikutnya tanggal 4 November dengan korban jiwa yang lebih banyak. Hal ini karena masyarakat masih berpikir ketidakmungkinan luapan khususnya Kali Gendol hingga melumat dusun-dusun di sekitarnya.

Namun, dibalik kejadian tersebut, selalu ada hikmah yang bisa dipetik. Material vulkanik yang digelondorkan Merapi, termasuk abu vulkanik yang disebarkan hingga ke seberang provinsi (Jawa Barat dan Jakarta) merupakan kemurahan Merapi untuk membagi kesuburan melalu materialnya. Memang pada beberapa daerah menyebabkan kerusakan material, tetapi tidak separah yang dikabarkan di televisi. Daerah-daerah yang mengalami kerusakan bukanlah saluruh wilayah kecamatan, bahkan tidak hancurnya suatu desa, melainkan dusun-dusun yang memang terletak pada jalur muntahan material vulkanik. Kerusakan pada daerah yang terkena abu vulkanik juga tidak mengakibatkan keparahan yang fatal. Isu yang mengatakan lahan terkena muntahan ataupun abu vulkanik tidak bisa ditanam hingga waktu 10 tahun adalah isapan jempol.

Berdasarkan pengamatan di lapangan kami beberapa saat yang lalu dengan mengunjungi Desa Kepuharjo serta mengelilingi lereng Merapi hingga Kecamatan Sawangan Magelang, menunjukkan kemurahan Merapi yang membagi kersuburannya. Memang beberapa tanaman mengalami kerusakan dan kematian, tetapi diduga lebih disebabkan karena akibat fisik saja, yakni ketika material ataupun abu vulkanik pertama kali dikeluarkan oleh Merapi masih mempunyai suhu yang tinggi, sehingga banyak tanaman terbakar dan rusak bahkan hingga mati. Adapun pengaruh kimia atau sifat meracun material dan abu vulkanik tidak begitu berbahaya, bahkan tanaman yang awalnya mengalami kerusakan dan menumbuhkan tunas barunya. Beberapa rerumputan juga tumbuh dengan kondisi yang lebih baik setelah kejadian erupsi. Hal ini membuktikan material dan abu vulkanik Merapi tidak menyebabkan keracunan pada tanaman.

Gambar lahan di Kepuharjo

Berdasarkan hasil analisis di lapangan pada beberapa hari setelah erupsi memang didapatkan nilai reaksi kimia tanah yang rendah atau masam (Disampaikan oleh Dekan FP UGM dalam Diskuni Penanganan Kawasan Pasca Erupsi Merapi di Yogyakarta). Namun setelah beberapa minggu dan guyuran hujan, nilai reaksi tanah pada lapisan material maupun abu vulkanik lebih rendah daripada tanah asli yang terletak di bawahnya. Hal ini karena ada reaksi yang menyebabkan perubahan unsur-unsur mineral menjadi hidroksida yang bersifat alkali dan menaikkan nilai reaksi tanah (pH tanah). Hal yang lebih penting adalah pencegahan kandungan unsur mineral pada abu vulkanik yang sangat kaya dan bermanfaat bagi tanah agar tidak hilang, yaitu dengan pemberiah bahan organik. Pemberian bahan organik akan menyebabkan mineral unsur terikat dan tidak mudah mengalami pelindian atau pelarutan.

Berdasarkan penyampaian Prof. Dr. Ir. Bambang Hendra Sunarminto, S.U. (Dosen Ilmu Tanah FP UGM), penanganan kawasan yang terkenan abu vulkanik perlu dibedakan menjadi 3 kriteria. Pada kawasan yang tertutupi abu dengan ketebalan kurang dari 2 cm dapat dilakukan pengolahan tanah langsung sedalam 20 cm tanah asli dan dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 1-2 ton/hektar. Tanah dengan ketebalan abu vulkanik 2 sampai dengan 5 cm dicampur dengan pupuk kandang 3-4 ton/hektar dan pengolahan tanah sedalam 50 cm. Serta tanah dengan ketebalan lebih dari 5 cm dilakukan pengambilan material vulkanik atau pengerukan (termasuk bongkahan batu) hingga ketebalannya tinggal 5 cm, kemudian dilakukan pengolahan seperti pada ketebalan abu 2-5 cm. Setelah dilakukan pengolahan, perlu diberikan pengairan hingga tanah cukup lembab.

Gambar bukti bahwa erupsi tidak berdampak racun karena rumpun bambu yang kering masih bisa menumbuhkan tunas baru setelah 1 bulan kejadian erupsi besar

Demikian semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

Hasil Audensi HITI-DIKTI 19 Juli 2010

Sebuah kabar gembira datang melalui email yang saya terima pagi ini. Email tersebut tertulis demikian:

HASIL PERTEMUAN HITI DENGAN DIRJEN DIKTI

Berkaitan dengan SK Dirjen DIKTI, DEPDIKNAS RI Nomor: 163/DIKTI/Kep/ 2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi Pada Perguruan Tinggi, setelah menunggu beberapa lama, akhirnya HITI diterima oleh Dirjen Dikti Prof. Dr. Joko Santoso dengan didampingi Direktur Akademik Prof. Dr. Illah Sailah pada tanggal 19 Juli 2010. Hadir dalam audiensi dengan Dirjen Dikti: Ketua VI. Prof. Dr. Budi Mulyanto, Sekjen (Dr. Suwardi), Sekretaris Eksekutif (Ir. Rudi Rubujaya, MSc), Sekretaris III (Dr. Lilik Tri Indriyati), Ketua Komda Yogyakarta (Dr. M. Nurcholis), dan Anggota Kehormatan HITI Dr. Iin Handayani (Dosen Murray State University, USA)

Solusi yang disampaikan HITI merupakan hasil serangkaian diskusi (1) Seminar Ilmiah Tahunan HITI di UNSRI tahun 2008, (2) Seminar Ilmiah Tahunan HITI di Yogyakarta, dan (3) Lokakarta khusus membahas SK Dirjen Dikti tersebut tanggal 30 Maret 2010 di UGM Yogyakarta. Pemaparan ke Dirjen Dikti diberi Judul: Peninjauan Kembali SK Dirjen DiktiNo. 163 Tahun 2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi. Paparan berisi: Kronologi Permasalahan, Justifikasi Pentingnya Prodi Ilmu Tanah, Dampak Penggabungan Prodi, Perkembangan Ilmu Tanah di dunia, Solusi Alternatif.

Tanggapan Dirjen Dikti setelah mendengarkan paparan HITI sbb:

1. Perguruan Tinggi yang mempunyai SDM dan fasilitas memadai dipersilakan untuk membuka Program studi Ilmu Tanah.

2. Perguruan Tinggi yang sudah menjalankan Program Studi Agroteknologi atau Agroekoteknologi dapat terus melanjutkan aktivitasnya.

Catatan:

1. Sebelum membuka Program Studi Ilmu Tanah, HITI diminta membuat Naskah akademik yang berisi antara lain: Relevansi, Akses, Pangsa Pasar Lulusan, dll untuk disampaikan kepada Dirjen Dikti.

2. Kemungkinan dalam pelaksanaannya Dirjen Dikti akan menunjuk Universitas yang dianggap mampu untuk membuka Program Studi Ilmu Tanah atau Perguruan Tinggi yang merasa mampu (mempunyai SDM dan sarana memadai) dapat mengusulkan Program Studi Ilmu Tanah kepada Dikti.

Dengan hasil pertemuan seperti tersebut di atas, maka HITI dalam waktu dekat akan segera membuat naskah akademik. Naskah akademik dapat diramu dari hasil lokakarya ditambah beberapa kajian seperti pangsa pasar lulusan ilmu tanah, dll. (Disarikan oleh Suwardi).

Suwardi
Department of Soil Science and Land Resources
Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University
Phone/Fax : +62-251-862935

Membaca email tersebut ada pertanyaan yang terlintas di pikiran saya dan mungkin ini juga menjadi dorongan bagi kita semua. Kira-kira kriteria apa yang akan digunakan untuk DIKTI memberikan PT yang “DIANGGAP MAMPU” untuk membuka prodi Ilmu Tanah? Semoga kalimat tersebut tidak menjadi sandungan dalam pengembangan (khususnya)) Ilmu Tanah di Indonesia.

dpa@21012010

PENATAAN (SEMOGA BUKAN) MENJADI PENCIUTAN

Permasalahan penataan program studi baru, khususnya di Fakultas Pertanian, masih menimbulkan pro dan kontra. Meskipun gejolak yang terjadi tidak begitu terlihat. Diawali dengan keluarnya Keputusan Dirjen Dikti No 163/DIKTI/KEP/2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi, beberapa program studi mulai digabung (merger) menjadi program studi baru sesuai penamaan yang sudah ditentukan oleh Dikti. Seperti yang tercantum pada Keputusan tersebut (Kep 163), pada tingkat strata 3 (S-3) lebih pada ilmu yang umum, sedangkan kodefikasi pada cabang ilmu yang lebih khusus justru pada tingkat diploma. Keputusan ini menurut saya, apakah hanya sebagai kemudahan masalah administrasi dan berkaitan dengan jumlah minatnya ataukah memang pada subatansi ilmu juga demikian? Jika pada substansi keilmuan, tentu saja menurut saya ini merupakan sebuah piramida terbalik (seperti yang pernah dibahas dalam workshop ilmu tanah di UGM Jogjakarta pada awal tahun ini).

Dari saya pribadi melihat penggabungan prodi juga merupakan kemunduran keilmuan di Indonesia. Jika alasan yang didasari pada kualitas lulusan maupun minat terhadap prodi-prodi (khususnya di Pertanian), yang menjadi pertanyaan saya, kenapa harus dihancurkan rumahnya, bukan ditata kembali perabotnya? artinya apakah tidak sebaiknya jika evaluasi dilakukan pada kurikulum yang akan menentukan kualitas lulusan, serta usaha untuk menarik minat dengan luasnya sektor yang masih perlu digarap. Jangan sampai dengan adanya merger prodi ini akan menimbulkan korban, khususnya di kalangan mahasiswa. Jangan juga keputusan yang sudah keluar tidak perlu dievaluasi dulu sampai ada lulusan. Lebih baik jika ada yang jangal segera dievaluasi. Jangan sampai ada mahasiswa percobaan karena masa depan mereka juga ditentukan oleh kita.

Perkembangan terbaru pada merger prodi di Pertanian adalah adanya minat khususnya pada prodi agroteknologi. Minat ini yang mengarahkan mahsiswa agroteknologi sebelum melakukan penelitiannya. Mungkin saja perkembangan ini sedikit menampung pengembangan ilmu yang digabung dalam agroteknologi, walaupun belum tahu apakah cukup menampung atau belum. Yang menjadi catatan saya adalah dengan merger prodi ini, seringkali terkesan dasar-dasar aturan yang menjadi panduan belum selesai dibahas dan diputuskan, namun di lapangan sudah harus dilaksanakan. Sehingga selama ini seringkali terjadi perubahan-perubahan yang tidak pasti dan menimbulkan kebingungan. Semoga hal tersebut tidak membuang energi. Ilmu yang menjadi lilin kehidupan, janganlah kita tiup sehingga kita kembali dalam kegelapan.

(semoga bisa disambung)

UNDUH MATERI

Kepada mahasiswa yang berkeinginan menggunduh materi perkuliahan, akan disediakan di halaman UNDUH pada portal ini. Proses pemutakhiran isi akan diusahakan terus, terutama materi yang telah diberikan di kelas akan diunggah pada minggu berikutnya di portal ini

 

February 2012
M T W T F S S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Pages