Sempadan sungai di Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang terkenal dengan ketertiban, keamanan, kebersihaan serta tingkat usia tertinggi di dunia. Memang kerapian dan kebersihannya tidak serta merta tanpa adanya tumpukan rongsokan ataupun debu di jalan. Namun jika di bandingkan dengan Indonesia, memang sangat jauh sekali. Hal yang menarik dari Jepang selain penghargaan terhadap guru (sensei) yang sangat dihormati, juga nilai-nilai budaya tradisional atau sejarah yang masih dihargai. Selain itu penghargaan terhadap alam yang luar biasa, sehingga tidak heran jika kebersihan di Jepang sangat terjaga. Semua ini karena kesadaran masyarakat Jepang sendiri.

Satu hal yang menarik, pemanfaatan lahan dan pencegahannya sangat diperhitungkan oleh Jepang. Sebagian besar kota-kota yang bukan di pinggir pantai, tidak akan jauh dari sungai. Mungkin karena topografi Jepang berupa pegunungan atau juga mereka berpikir air merupakan kebutuhan utama sehingga sebaran tempat tinggalnya sepanjang sungai, namun sangat jarang atau mungkin bisa dikatakan tidak ada daerah kumuh sepanjang sungai. Beberapa kota menerapkan area publik di sempadan sungai. Hal ini dimaksudkan untuk pemanfaatan lahan sempadan yang seringkali tidak tergenang air serta jika sewaktu-waktu terdapat banjir, bisa diminimalisir korban karena hany area publik, bukan tempat tinggal yang tergenang. Di samping itu untuk kota-kota hampir dipastikan adanya tanggul sepanjang sungai-sungai, sehingga area publik berupa taman, parkir mobil atau tempat permainan berada di dalam tanggul. Beberapa jalan yang berada di bawah tanggul biasanya dilengkapi dengan gerbang setinggi tanggul. Hal ini untuk mempersiapkan jika terjadi banjir, jalan yang leintasi tanggul dan sungai akan ditutup, sehingga air sungai tidak akan mengenangi pemukiman.

 

 

 

 

Gambar sebelah kiri merupakan salah satu taman (Koen) yang berada di Kota Gifu (Gifu-shi). Foto diambil dari tengah-tangah jembatan yang melintasi sungai tersebut. Sebelah kanan adalah tanggul, sedangkan tanggul sebelah kiri berada di sisi sungai besar (Nagara-gawa).

Gambar sebelah kanan merupakan sempadan sungai yang digunakan untuk area publik, tempat bermain/olahraga.

Semoga hal ini bisa diterapkan juga di Indonesia. Meniru  hal baik, kenapa tidak.